Kota pertama di edisi #TourDeBorneo kali ini adalah Sampit. Sebenarnya agenda utama disini cuma datang ke acara nikahannya sepupu saya dan gak terlalu banyak kemana-mana. Perjalanan dimulai dari Kota Malang ke bandara Surabaya sekitar jam 3 pagi karena jadwal boarding pesawatnya jam 6 pagi. Ada 2 maskapai yang melayani rute Surabaya – Sampit yaitu Wings Air dan NAM Air dengan jam keberangkatan yang hampir sama. Nah karena NAM Air udah dapat fasilitas bagasi, akhirnya saya memilih maskapai tersebut. Penerbangannya sendiri menempuh waktu 90 menit.

Sekitar jam 7:20 pagi saya dan orang tua sampai di H. Asan Airport Kota Sampit. Bandaranya sendiri waktu itu terlihat sedang dilakukan renovasi dan untuk ukuran bandaranya hampir sama dengan bandara Malang yang gak terlalu besar.

Suasana pengambilan bagasi bandara H. Asan Sampit

Di bandara kita dijemput oleh sepupu saya dan langsung mencari tempat makan buat sarapan. Tujuan awalnya waktu itu mau ke Rumah Makan Batu Mandi, tapi karena waktu itu kepagian dan masih tutup akhirnya mampir ke Ayam Goreng Wong Solo. Sehabis makan kita langsung menuju ke hotel Grand Sampit. Hotel ini udah di booking sebelumnya bersama dengan tiket pesawat dan lokasi nya gak jauh dari rumah saudara saya. Waktu itu masih jam 10 pagi dan check-in sebenarnya jam 1 siang, tapi kita dibolehin untuk early check-in. Mungkin karena kamarnya juga lagi kosong.

Siangnya kita coba makan di Rumah Makan Abah Ubai. Lokasinya gak jauh dari hotel jadi bisa langsung jalan kaki. Disana menyediakan berbagai macam makanan khas kalimantan dan disitu juga agak ramai tempatnya.

Seperti yang udah dijelasin diawal, agenda utama di Sampit adalah ke nikahan sepupu saya dihari besoknya. Besok pagi setelah siap-siap dan sarapan pagi di hotel, kita langsung menuju ke gedung pernikanannya dan ketemu saudara2 yang lain. Malamnya setelah acara pernikahan, kita coba untuk makan malam di Rumah Makan Batu Mandi yang waktu itu masih tutup karena kepagian. Rumah makan ini terletak dipinggir sungai mentaya dan model tempatnya seperti rumah panggung diatas sungai.

Besoknya hari Senin kita checkout dan langsung bersiap menuju ke Pembuang Hulu memakai travel. Pembuang Hulu sendiri adalah kampung halaman dari Ibu saya. Untuk cerita perjalanannya akan dilanjutkan di tulisan berikutnya.

Do you like Januar Fonti's articles? Follow on social!
Comments to: #TourDeBorneo Part 1: Sampit

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.